Tips mencampurkan bahan-bahan PCR pada tube

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam mencampurkan bahan-bahan PCR, antara lain sebagai berikut:

1. Semua bahan harus diletakan secara terpisah pada dinding tube, kecuali akuades. Hal ini dilakukan untuk menghindari pencampuran bahan sebelum kondisi PCR dioptimasi/ diatur.

2. Bahan-bahan yang terdiri dari DNA template, MgCl2, Taq buffer, dNTP’s, dan Taq polimerase dapat dicampurkan dalam dinding tube selama preparasi bahan PCR.

3. Forward primer dan reverse primer harus diletakan agak berjauhan.

4. Akuades dapat diletakan di dasar tube.

Pilihan Hidup

Pernahkah kamu merasa ‘terdampar’ dalam suatu kondisi yang tidak kamu harapkan?? Salah masuk jurusan kuliah, misalnya?? Saya ingin sekali berbagi cerita tentang urusan ini. Tentang sebuah penolakan terhadap takdir yang Ia tetapkan untuk kita. Sumber cerita sebagian berasal dari pengalaman beberapa orang yang pernah berbagi dengan penulis, sebagian kecil lainnya ditambahkan untuk memperkuat pesan dalam cerita.

Seorang maba (mahassiwa baru) telah menghabiskan tiga kali kesempatan dalam SPMB untuk mendapatkan kesempatan kuliah di tempat yang ia harapkan. Baginya tak mengapa harus menunda masa studi hingga tiga tahun, asalkan jurusan impiannya itu bisa ia masuki. Tapi sayang, di kesempatan ketiganya pun ia ‘gagal’ di pilihan pertama dan kedua. Dan untuk kesekian kalinya ia dipaksa untuk memiliih alternatif ketiga dari jurusan yang talah ia pilih saat UJIAN SPMB.
Hari demi hari di kampus barunya ia lalui tanpa ‘RUH’. Ia tak bernar-benar menyadari apa saja yang telah ia lewati pada setiap aktivitas studinya. Yang ia tahu ia merasa bahwa Allah telah keliru memberinya takdir. Walhasil, IPK jeblok, penampilan suram (maklum jarang senyum sihh), dan kurva ibadah harian melandai….Ckccckck kasian sekali.
Di kemudian hari, saat ia mencoba bangkit, satu per satu hikmah yang selama ini tertutup dari mata batinnya mengemuka. Ia baru saja mengetahui bahwa jurusannya itu ternyata adalah yang terbaik di bidangnya di tingkat nasional. Semburat kebanggaan muncul dalam dadanya. Tak cukup di situ, Allah memberitahukan lagi kebesaran-Nya. Pada tahun ke dua kuliahnya, ia dipertemukan dengan sebuah komunitas yang telah lama ia cari. Dan itu sekali lagi ia temukan di tempat yang awalnya ia rutuki mati-matian. Dari komunitas itu, ia mendapat banyak kesempatan untuk semakin menggali potensi yang sungguh selama ini tidak ia sadari. Pada tahun ketiga kulihanya, the miracle itu terjadi lagi. Sebuah tawaran beasiswa menjadi research student ia terima dari sebuah Universitas di Jepang. Awal yang bagus meskipun pada akhirnya ia harus rela menunda impian tersebut. Hmmm…sebaik-baik rencana kita jauh lebih baik rencana Allah, kan??

Di lain tempat, seorang siswa SMA yang baru saja lulus merasa girang bukan kepalang karena akhirnya ia bisa masuk jurusan yang bonafid sesuai harapannya selama ini. Yaa..meski untuk impiannya itu ia harus keluar banyak dana. (Tentu saja, karena di setiap impian besar, selalu ada pengorbanan yang harus kita bayarkan). Tapi, masalahnya ia sama sekali tidak cocok dengan jurusan tersebut. Bakat dan minatnya sama sekali bukan pada bidang itu. Hasil psikotest menunjukan bahwa ia adalah lebih cocok menjadi tekenisi, dan rendah sekali skor yang mendukung bidang-bidang yang membutuhkan kemampuan berinteraksi sosial dan minat pada mahluk hidup.
Pada semester awal masa studinya ia mulai merasa kewalahan. Tugas-tugas yang datang beriringan tak memberinya kesempatan sedikitpun untuk menekuni hobi lamanya. Ia mencoba melihat sekeliling. “Owhh..teman-temanku juga sama sibuknya”, ia mencoba meyakinkan diri.
Masa-masa berikutnya, kesibukan kampus semakin menggila. Ia tak hanya harus mengerjakan paper dan kuliah di ruang kelas hingga sore, tapi juga praktikum hingga malam. Bahkan terkadang, saat mahasiswa jurusan lain mendapat libur HARI BESAR yang panjang, ia harus rela hanya mendapat jatah tiga hari saja. Ia merasa sungguh-sungguh kewalahan. Bukan karena ia tak mau bekerja keras, tapi karena di saat-saat itulah ia semakin sadar bahwa belakangan ini ia merasa bukan dirinya!! Bakat dan minatnya sama sekali tak mendukung aktivitas kampus di jurusan impiannya. Entah kenapa, mengotak-atik benda elektronik yang ada di kosnya jauh lebih menyenangkan daripada berlama-lama di Laboratorium bersama kadafer (jasad manusia yang diawetkan, pen). Di tahun kedua masa studinya, ia memutuskan untuk pindah jurusan dan mengikuti ujian masuk universitas untuk jurusan yang lain.

Hmmm…sebuah pilihan hidup kadang tak mudah untuk kita ambil. Seorang sahabat berkata pada saya, ‘Libatkanlah Allah di setiap keputusan yang kamu ambil’. Tentu saja, karena DIA lebih tahu dari kita.
Jika kita mau jujur pada hati kita pasti adaaaa saja hikmah yang Ia simpan untuk kita. Kisah pertama memberikan gambaran bahwa kondisi yang kita nilai kurang menguntungkan bisa jadi menjadi SUMBER KEBAHAGIAAN yang tak pernah kita duga. Di sisi lain, kondisi yang kita nilai PASTI BAGUS belum tentu baik untuk kita. Jalanilah takdirmu karena Allah telah mempercayakan itu untukmu. Percayalah tak ada yang lebih baik daripada rela menjalaninya. Pada sebuah kondisi tak sesuai dengan keinginan kita, hanya tersedia dua pilihan:
TETAP JALANI atau TETAP KECEWA!!

–Catatan:
untuk mahasiswa kedokteran, saya mohon izin ya untuk menggunakan contoh kasus ke dua. Tidak bermaksud su’udzan. Tapi sekedar untuk bahan renunngan aja. Saya yakin, teman-teman mengerti–

Isolasi Genom Bakteri Gram Positif

Teknik kerja isolasi genom secara umum terdiri dari tiga tahap, yakni pemanenan pelet, pelisisan sel bakteri untuk  mendapatkan DNA, pemisahan dan pemekatan DNA.

Gambar 1 menjelaskan tentang teknik pemanenan pelet. Tahap ini ditujukan untuk mendapatkan pelet yang terpisah dari media pertumbuhannya. Pelet ditimbang pada kisaran tertentu yang disesuaikan dengan konsentrasi lisozim dalam pelisisan sel. Konsentrasi lisozim yang digunakan ialah 6 mg/200 mL TE. Massa pelet yang efektif dilisis dengan konsentrasi demikian berkisar antara 20-30 mg.

Gambar 2 menjelaskan tentang teknik pelisisan sel bakteri positif untuk  mendapatkan DNA. Bahan-bahan yang harus disiapkan antara lain TE-lisozim, lisis solution, cold chloroform, precipitation solution, ddH2O dan pelet sel yang diperoleh dari tahap sebelumnya. Pelisisan sel bakteri Gram positif, seperti B.subtilis, memerlukan perlakuan khusus karena memiliki dinding sel yang tebal. Pemberian TE-lisozim pada pelet akan mencerna dinding sel bakteri. Homogenisasi atau vorteks setelah pemberian lisozim harus sampai larut supaya enzim bekerja merata dan efektif.

Baca Lanjutannya…

Scholarship: International Program of FRONTIER BIOTECHNOLOGY

I’ve just got an information from my friend about Monbusho scholarship concerning on Biotechnology. This program is encompasses both master and doctor courses. Hopely you can get a relevant information for your post graduate program. For further information, please click here

Tips Mengubah File ke Format PDF dengan Mudah Dan Cepat

Kirim attachment file berkapasitas > 1Mb ternyata GAMPANG!! Kalau attaching dengan format Zip rada lola, file-mu bisa kok diubah ke format lain, yaitu PDF. Saya punya TIPS and TRICK untuk membuatnya lebih cepat dan lebih mudah. Bagi yang belum dan pengin tahu, ikutin aturan mainnya yaa…

  1. Hindari mengubah file ke format PDF dengan aplikasi online. Alasan:

Uploading file dengan aplikasi online membutuhkan waktu  berjam-jam, sehingga menyulitkan pengguna yang sedang diburu waktu. Bagi pengguna yang memakai jasa warnet, hal tersebut juga menambah beban, karena semakin lama uploading semakin banyak pula kocek yang harus keluar.

2. Konversi file-mu dengan aplikasi PDF Creator.

Kalau belum punya softwarenya, klik aja di sini. Truz instal deh.

3.  Jalankan aplikasi PDF Creator dengan meng-klik iconnya. Tunggu   hingga muncul tampilan seperti berikut:

pdf creator

4. Buka file yang ingin kamu konversi.

Klik: Document/add/”nama file”/open

open file source

5.  Jika nama file-nya ingin kamu ganti, blok nama tersebut lalu ganti dengan nama baru.

ubah nama file dan save

6. Klik SAVE untuk menyimpan file dalam format PDF. Jika muncul tampilan untuk mengeset dalam printer, klik cancel saja. (kecuali jika filenya memang ingin di print)

7.  Tunggu prosesnya beberapa menit. Dan…tARAAAA …file PDF mu udah jadi. Tinggal kirim via e-mail dehh.

Hadith Today :about women (in Islam)

hadith today

clasification of this hadith

clasification of this hadith

 

 

 

 

 

 

Read also : Bengkoknya Wanita