Kompetisi SAINS untuk siswa SD: “Kalbe Junior Science Award 2012”

Assalamu’alaykum semua sahabatku…lama ya tidak muncul tulisan baru di blog ini. Hehehe. Saking lamanya, sampai-sampai saya pangling sekaligus bingung dengan tampilan baru wordpress. Khususnya di dasbor. Baiklah…temu kangennya udahan dulu ya. Sebagai tulisan pembuka setelah lama vakum, saya ingin berbagi info tentang kompetisi sains yang bernama “Kalbe Junior Science Award 2012”.

Kompetisi ini merupakan ajang pembibitan para peneliti muda usia kelas 4-6 SD. Siswa yang memiliki minat di dunia penelitian dapat mengirimkan hasil penelitiannya dalam bidang IPA, Matematik, ataupun Teknologi Terapan melalui email jsa@tempo.co.id  atau  kalbe.jsa@gmail.com. Peserta dapat mendaftar secara pribadi ataupun tim yang terdiri dari maksimal 2 (DUA) orang saja dan dapat dibimbing oleh guru ataupun orangtuanya. Deadline pendaftaran sekaligus pengiriman hasil penelitian pada 25 Juni 2012.

Untuk menjaring bakat-bakat saintis cilik di seluruh tanah air, panitianya sampai berani memberi hadiah yang Waaah untuk para pemenang. Antara lain:

  •  tabungan pendidikan senilai Rp. 20 Juta dan bantuan sekolah senilai Rp. 10 Juta untuk 1 pemenang favorit.
  •  tabungan pendidikan senilai Rp. 10 Juta dan bantuan sekolah senilai Rp. 10 Juta untuk 8 pemenang lainnnya.
  • bertemu dengan tokoh-tokoh pendidikan.
  • wisata edukatif ke Science Centre Singapore dan 1 (satu) unit Laptop untuk 9 pemenang.

Waaooowww…keren banget kan? Selain hadiahnya yang menggiurkan, kompetisi ini menjadi sangat menarik karena akan  dinilai oleh para juri yang ahli dibidangnya, antara lain:

  1. Prof. Yohanes Surya, Ph.D   (Chariman of Surya Institute)
  2. Dr. Karnadi, M.Si  (Dekan Fak. Ilmu Pendidikan UNJ)
  3. Dr. LT. Handoko (PP-Fisika LIPI);
  4. Dr. Kartika Lisdiyanti (PP-Biotek LIPI);
  5. Dra. Mayke S. Tedjasaputra, M.Si (Psikolog dan dosen Psikologi UI).

So pasti ketat dan bergengsi banget nih kompetisinya. Biar gak penasaran, klik aja info lengkapnya di sini ya.

^.*

Antara Skripsi dan Wisuda Part I (Berbagai kemudahan itu…datang silih berganti)

Usai sudah masa penelitian yang melelahkan. Saatnya meneruskan perjuangan di fase skripsi dan menjalani ‘eksekusi’ para dosen penguji. (Waaaaa…kejam banget bahasanya). Ujian datang dan pergi, ternyata. Hehehe..

Well, sebagaimana biasanya saya akan share tentang pengalaman pribadi seputar kehidupan seorang mahasiswa. Suka maupun duka. Yahh kita tidak tahu kan, kapan kita jadi mahasiswa lagi. Setelah lulus, masa-masa perjuangan yang berdarah-darah ini mungkin akan sangat  saya rindukan. Jadi, mari kita ingat kembali catatan perjalanan semasa menyandang status ‘mahasiswa’.

Desember 2010 menjadi saat-saat yang mendebarkan bagi saya selaku mahasiswa SUPER SENIOR (baca: angkatan tua). Pasalnya saya sudah mengambil 9 semester untuk menyabet gelar sarjana, dan saat itu berada di 3 bulan terakhir. Alamak…bentar lagi. Sementara saat itu, saya masih kekurangan satu tahap penelitian lagi. Kapan dong saya lulus dan wisudaaaaaa????

(#bayangin deh ekspresi wajah  Machaulay Culckin ‘Home Alone’ waktu liat penjahat. Dua tangan megangin pipi, sambil teriak ‘Aaaaaaargh’! LEBAY!!)

Belum lagi ditambah rekan-rekan penelitian dari universitas lain yang pada ngacir duluan ngurusin skripsi dan pendaftaran wisuda. Padahal mereka datang belakangan daripada saya. Paten deh, saya memegang rekor mahasiswa penelitian dengan tingkat ‘kebetahan’ tertinggi di Lab tersebut. “S.E.P.U.L.U.H.    B.U.L.A.N  sodara-sodara!”. Yaa…sudahlah T-T hiks..hikss.

Akhirnya, minggu terakhir Desember 2010 saya berhasil mengakhiri ‘kerja rodi’ di Lab dan menggondol data-data penelitian untuk disusun menjadi skripsi. Fiuhhhh…akhirnya!! Senyum mulai terkembang. Hiks..hikss…(shreeeeeeet….), terharu.

Mengawali bulan Januari 2011, tidak diduga Allah SWT memberikan banyak kemudahan kepada saya.   Di antara sekian banyak kecemasan yang menghantui, bersama itu DIA bukakan banyak pintu kemudahan untuk saya.

  1. Ketika si Kompi mati suri, Allah gantikan (lewat tangan seseorang) dengan yang lebih baik dan mobile. Worthy banget deh…Gag tahu kayak gimana jadinya kalau saya gag megang komputer buat nge-draf.
  2. Sesampai di kampus, saya yang masih kaku dengan suasanya bertemu dengan reka-rekan senasib yang juga mengejar wisuda bulan Maret. Mereka banyak membagi informasi dan tips penting untuk saya. Mulai dari mengumpulkan segala macam persyaratan hingga strateginya. Wuihhhh….kalian berjasa sekali kawan-kawan.
  3. Ketika saya membutuhkan tanda kehadiran di 8 seminar hasil (baca: semhas), Allah hadirkan saya pada musim semhas. Alhamdulillah…banyak rekan yang semhas dan dalam waktu yang yang sama saya dapat menghadirinya.
  4. Wajib lulus TOEFL-LIKE dengan skor minimal tertentu. Ujian TOEFL-LIKE hanya dilakukan sebulan sekali tiap minggu ke dua. Beruntung, saya sudah stay di kampus lagi minggu pertama Januari. Jadi masih sempat ikut ujian yang Januari. Alhamdulillah…=) Tapi, saat itu masih ada yang bikin saya horror menghadapi TOEFL-LIKE yang diadakan pihak kampus. Sekali mahasiswa gagal dalam ujian pertama, ia diwajibkan mengikuti hingga tiga kali. Berarti, kalau saya gagal di ujian pertama, saya harus mengikutinya hingga lolos di ujian ke tiga di bulan Maret. Which is mean…gag bisa ngikut wisuda Maret. Haahhhh!!!?? Dan keajaiban pun terjadi. Meski skornya tak begitu bagus, saya lolos di ujian pertama. Horeeeee!!
  5. Saya tidak harus mem-print out draf skripsi untuk diperiksa Pembimbing (I dan II) sebagaimana rekan-rekan lainnya. Alhamdulillah…penghematan besar-besaran nih. Draf cukup saya setor via imel dan dikoreksi dengan beberapa masukan dari sensei. Selain itu, sesi bimbingan skripsi tidak terlalu lama, sehingga saya punya banyak waktu untuk duduk di hadapan monitor merevisi draf. Senangnyaaaaa =)
  6. Bisa nyepot (baca: hot spot-an) gratis di kampus tanpa lola. Coba hitung, berapa besar penghematan biaya dan waktu yang bisa saya lakukan? Waoow…amazing!! Saya berterimakasih kepada seorang teman dekat yang merelakan password nya untuk saya pakai selama pembuatan skripsi. Semoga kamu juga diberi kemudahan juga yah…(semangat!!)
  7. Di saat jurnal atau artikel ilmiah yang saya butuhkan ternyata berbayar dan tidak bisa didonlot sembarangan, jauh-jauh hari Allah telah perkenalkan kepada saya seorang teman yang sekolah nun jauh di negeri sebrang sana. Lewat dia lah saya dapat minta didonlotkan judul-judul jurnal yang PAS dengan pembahasan skripsi. Alhamdulillah…saya mendapat kemudahan menyusun argument untuk data penelitian.
  8. Support dari Mamah-Papa, keluarga, dan sahabat. Doa dan semangat kalian menyumbangkan energi yang sangat besar bagi saya.

Hmmm…saya tidak bisa terus menyebutkan berbagai pertolongan-Nya satu per satu. Bagi saya, semua ibarat keajaiban yang hadir serentak di saat logika seorang manusia seperti saya tak bisa menggapainya. Saya toh tidak tahu apakah kondisi ini akan mengantarkan saya pada wisuda bulan Maret atau tidak. Hanya Allah yang tahu. Saat ini, saya hanya ingin menikmati segala kejaiban yang Allah berikan tanpa harus menundanya hingga wisuda menjadi kenyataan.

NB: untuk semua pihak yang telah berjasa selama penyusunan skripsi hingga lulus dan wisuda nanti, kalian mungkin tidak tahu betapa berartinya ini untuk saya. Terimakasih banyak…

Allah SWT lebih tahu balasan yang paling tepat untuk itu.

Terwujudnya sebuah doa (My research diary Part II)

“Apa yang terjadi padamu hari ini, kawan…

Bisa jadi adalah pengabulan dari doamu yang terdahulu”

Kalimat itu adalah penggal nasihat yang saya terima beberapa hari lalu. Kalimat itu terekam cukup kuat dalam benak saya karena pas dengan alur yang sedang saya jalani saat ini. Yeap…seperti yang saya tuliskan di note sebelumnya “My Research Diary Part I”, saat ini saya sedang benar-benar diuji dengan proses penelitian.

Saya ingat, pada semester ke-6 perkuliahan saya pernah bercerita pada salah satu dosen di kampus bahwa saya ingin melakukan minimal 2 penelitian selama saya menjalani studi strata 1. Semangat saya untuk menjadi peneliti sedang tinggi-tingginya kala itu. Saya malah juga terobsesi untuk mengerjakan proyek dengan ide sendiri, meski tetap menumpang di Lab kampus. Bagi saya, lulus dengan (minimal) dua judul penelitian memberikan kepuasan tersendiri. Tapi, apa daya. Tenggat waktu yang saya alokasikan untuk mini riset keburu habis. Sementara judul yang saya rancang tak sempat diajukan untuk pencarian dana. Walhasil, saya berpasrah bahwa saya kemungkinan hanya bisa lulus sebagai sarjana biasa: Melakukan satu penelitian demi kelulusan belaka.

Hari terus berganti…Saya sudah semakin (sok) sibuk dengan proyek tugas akhir saya di sebuah lembaga pemerintah. Dan tentu saja, saya pun lupa dengan doa dan impian kecil saya kala itu. Tetapi, tahukah kawan, TUHAN tidak pernah lupa pada doa hamba-Nya. Dan Tuhan juga telah berjanji akan selalu mengabulkan doa setiap hamba, lambat ataupun cepat. Hari ini, kawan. Aku membuktikan itu sendiri. Tuhan membayar tunai impianku di semester ke-6 masa perkuliahan, di saat mahasiswa seangkatanku sudah banyak ‘kabur’ dari kampus dengan menggondol gelar sarjana.

Setelah 6 bulan berkutat dengan judul ke-2 penelitian, indikasi untuk segera membuat judul baru semakin jelas terlihat. Untuk kedua kalinya aku harus (mau tidak mau) menghentikan secara paksa penelitian yang sedang aku kerjakan. Tahukah kawan apa artinya itu? Artinya, aku telah tunai melakukan dua penelitian (mini riset) sebelum meraih gelar sarjana. Dan sebentar lagi harus segera menyusun ide baru untuk penelitian TUGAS AKHIR ku. Tuhan tak pernah ingkar janji. Kuminta kesempatan untuk melakukan minimal 2 penelitian, Tuhan berikan. Kuminta agar ‘sederhana’ pun Ia berikan. Sekarang aku sedang ingin tersenyum melihat takdirku. Adakah aku seringkali salah menginginkan sesuatu? Adakah aku seringkali salah mengucap doa? Aku rasa, aku pun belum pandai menggali niat dari suatu capaian hidup yang aku inginkan.

Hufthhh…ketiadaan ilmu membuatku harus membayar mahal sebuah hikmah dengan waktu, tenaga, uang, dan pikiran. Aku berharap ‘kegagalan’ yang aku alami bisa mengikis kesombongan yang bertahta dalam hatiku. Keberhasilan terjadi bukan semata karena kehebatan tangan kita, tetapi karenaTuhan (juga) merestui.

Lika-liku Tugas Akhir Q (My Research Diary, Part. 1)

Ada yang ingin kubagi tentang Tugas Akhir (TA) Q. Setelah lebih dari 6 bulan berkutat dg penelitian, di periode 6 bulan yang ke dua aq mulai menyadari satu hal: bahwa perjalanan TA Q cukup rumit. Bukan semata metodologinya yang agak tak biasa. Tapi juga kejadian-kejadian luar biasa yang menjadi bumbu dari alur cerita yg aq jalani. Kalau aq urai, rupanya dahsyat juga TA Q ini. Bertabur ‘bencana’ dan anugrah.

1. Dua bulan setelah berkutat dengan Genome Shufling, penelitian Q divonis ‘tak layak’ jalan. Yang berarti, aq harus mcari topik penelitian baru. Sambil penyusunan proposal baru, aq berlatih teknik molekuler

2. Setengah bulan kemudian, dalam masa-masa transisi ke topik baru, ‘musibah’ yang baru menimpaku. Aq ‘menghilangkan’ komponen alat Lab yang harga satu set nya mencapai 200.000 yen! 3 bulan lamanya pekerjaan di Lab tertunda krn hilangnya komponen kecil itu. Untunglah, berkat pertolongan banyak orang, aq bs membeli spare part-nya dengan harga yang jauh lebih ‘murah’ (4rb yen).

3. Miss com konsep penelitian. Gara-gara kurang paham dengan arah penelitian di topik yg baru, aq hampir saja tidak mdapat ijin penelitian dari pihak komisi TA d kampus. Sementara kmunikasi dengan pembimbing penelitian di Lab (dipanggl sensei) terhitung sulit. Selama 3 bulan ditinggal sensei ke Jepang. Entahlah…saat itu rasanya gak tentu arah. Untunglah dosen pembimbing+ dosen penguji di kampus bersikap kooperatif. Akhirnya, topik tersebut disetujui juga (setelah seminar ulang).

4. Tepat ketika mengurusi seminar proposal dan urusan administratif kampus, aq mgalami kecelakaan lalulintas. Walhasil, semprop tertunda hingga 3 minggu. Tapi, dari musibah ini aq jadi tau, banyak teman yg peduli+sayang padaku. Subhanallah…terharu kalo ingat itu. hehe

5. Hingga minggu ini, bakteri Q masih juga belum optimal pertumbuhannya. Padahal pertumbuhan sel menjadi kunci bisa tidaknya langkah utama penelitian dikerjakan. Hufth…sejujurnya, aq masih ingin mencoba dan juga msh menyimpan harapan bisa mendapat hasil yang baik dalam waktu dekat. Tapi, bahkan sensei sekalipun (orang yang sangat berpengalaman soal bakteri dan Q kenal paling tangguh), angkat tangan soal bakteri Q! Tempo hari, beliau mengucapkan sebuah kalimat deduksi yang menjadi ‘penentu’ ujung perjalananku selama lebih dari 6 bulan ini, “kalo bakterimu tetep gak mau tumbuh juga, berarti kamu harus Ganti T*P*k (lagi)”.

…dan seketika kehidupan di sekitarku terasa berhenti sejenak. (Dalam hari hari penuh doa. Semoga Allah bukakan jalan keluar terbaik untuk Q. Amiin)

Tokyo Tech Indonesian Commitment Award (TICA)

Tokyo Tech Indonesian Commitment Award (TICA) merupakan ajang kompetisi  yang diselenggarakan PPI-Tokodai untuk mempromosikan para peneliti muda Indonesia dan penelitiannya. Oleh karena itu, PPI-Tokodai melakukan seleksi untuk memberikan beasiswa tugas akhir bagi 10 proposal riset terbaik, yakni:

1.  Golden Award Winner (3 Winners) : Total Prize 225.000 yen + Certificates
2. Finalist Award Winner (7 Winners) : Total Prize 70.000 yen + Certificates

Bagi teman-teman S1 yang memenuhi kriteria berikut ini:
1. Berkebangsaan Indonesia
2. Mahasiswa  S1 di Universitas/Perguruan Tinggi Indonesia
3. Tidak menerima beasiswa Tugas Akhir/penelitian untuk skripsi dari pihak manapun (kecuali beasiswa prestasi dan bantuan belajar)

4. Individual atau tim (mahasiswa berbeda dengan satu proyek penelitian dapat mengirimkan proposal penelitiannya sebagai satu kandidat (kandidat tim), dengan penjelasan kontribusi masing-masing untuk proyek penelitiannya)

Info tambahan: kompetisi ini berlaku bagi yang sedang menjalankan atau akan melakukan penelitian di bidang sains dan teknologi.

Bagi yang tertarik, silakan melihat keterangan lengkap dan mengunduh formulirnya di “commitment ppi-tokodai” .

Batas waktu pengiriman proposal : 30 September 2010

Penelitian harus sudah selesai pada November 2011

Lomba Menulis Cerita Pendek Islami Annida ada lagi lohhh!!

Kawan, dirimu senang curhat di diary saat sedang susah, senang, dan sedih melihat berbagai kejadian di sekitar?? Well, jika iya, kenapa gak coba gubah curhatan kalian itu menjadi sebuah cerpen? Siapa tahu dari cerpen itu kamu jadi tahu ada bakat terpendam jadi ASMA NADIA-ASMA NADIA baru? Waow…Keren tuh.

Berminat mencoba??

Tengok ketentuan dan formulirnya di ANNIDA ONLINE.

Menyambut RAMADHAN 1431 Hijriyah

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.