Ilustrasi dan Interpretasi Jalur Ekspresi Genom dan Pengaturan Ekspresinya

Jalur ekspresi genom seringkali diinterpretasikan dalam proses yang sangat sederhana, yaitu transkripsi dan translasi (Gambar 1).

Gambar 1. Interpretasi sederhana jalur ekspresi genom.

Sumber: Figure 3.2 (Brown, 2002).

Proses ekspresi genom jika hanya dipahami sebagai sintesis mRNA dan sintesis protein, akan terlalu sederhana sekalipun untuk diterapkan pada tipe sel paling sederhana. Hal ini disebabkan jalur ekspresi genom pada kenyataannya merupakan proses kompleks yang terdiri dari sembilan tahap utama, yaitu pengaksesan genom, perakitan kompleks inisiasi transkripsi, sintesis RNA, pemrosesan RNA, degradasi RNA, perakitan kompleks inisiasi translasi, sintesis protein, pelipatan dan pemrosesan protein, serta degradasi protein.

Sebelum menelusuri jejak pembuatan protein dari gen, atau ekspresi genom, diperlukan pemahaman terhadap dua istilah terkait, yaitu transkriptom dan proteom. Transkriptom merupakan keseluruhan produk transkripsi atau dapat disebut juga sebagai koleksi mRNA dari sebuah DNA. Proteom merupakan total protein yang dapat disintesis dari transkriptom atau disebut produk akhir translasi.

Secara rinci kesembilan tahap ekspresi genom (gambar 2) dapat dijelaskan sebagai berikut:

Gambar 1B. Ilustrasi jalur ekspresi genom.

Sumber : Brown (2002)

Pengaksesan genom ialah suatu tahap yang melibatkan penelusuran gen-gen aktif dalam genom. Gen-gen aktif tersebut harus dapat diakses dan tidak tenggelam dalam pengepakan kromosom yang amat padat. Oleh karenanya, tahap ini berpengaruh terhadap struktur kromatin dan peletakan nukleosom.

Perakitan kompleks inisiasi transkripsi, terdiri dari set protein yang bekerja bersama untuk mengkopi gen-gen ke RNA. Tahap ini menjadi begitu penting karena kompleks-kompleks tersebut harus dibentuk pada posisi yang tepat dalam genom, dekat dengan gen-gen aktif, dan tidak di tempat lain.

Sintesis RNA. Proses transkripsi kode genetik DNA menjadi mRNA (jamak: transkriptom). Pemrosesan RNA, secara sederhana dapat diartikan sebagai pengeditan RNA sebelum ditranslasi menjadi protein (jamak: Proteom). Sekuen molekul RNA dan struktur kimianya mengalami serangkaian perubahan. 

Degradasi RNA adalah suatu tahap yang meliputi penggantian molekul-molekul RNA yang tidak diinginkan dan penetuan bentuk transkriptom.

Perakitan komplek inisiasi translasi terjadi dekat ujung 5’ molekul RNA pengkode, dan merupakan prasyarat berlangsungnya translasi transkriptom.

Sintesis protein adalah sintesis protein melalui translasi molekul mRNA.

Pelipatan protein dan pemrosesan protein dapat terjadi bersamaan. Pelipatan adalah proses pembentukan konfiogurasi tiga dimensi protein secara benar. Pemrosesan melibatkan modifikasi protein dengan menambahkan gugus kimia dan, untuk beberapa protein, menganti satu atau lebih segmen protein.

Degaradasi protein memiliki pengaruh yang penting  dalam komposisi proteom dan, sebagaimana degradasi RNA, merupakan komponen yang tak terpisahkan dalam ekspresi genom.

Daftar Pustaka

Brown, T.A (2002) DNA in Genoms, 2nd ed., http://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/bv.fcgi?rid=genoms.section.5234 diakses tanggal 24 September 2008

Iklan

1 Komentar

  1. It is not always about following a recipe letter for letter.
    3 cubic feet of interior cooking space and
    features convection heating on the top and bottom.
    Kitchen – Aid Assortment Hoods have types for the
    purpose of the island or peninsula owners, and also these
    variations are incredibly inspirational.


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s