Mencintai Itu Keputusan!

Begitu judul salah satu bab dalam bukunya Anis Matta_Serial Cinta.

Apa yang tertulis dalam bab tersebut membuat saya banyak merenungkan segenap pengalaman yang pernah saya rasakan. Pengalaman tentang cinta pertama, khususnya.

Orang seringkali mengatakan, “Aku mencintai si Fulan atau Fulanah” ketika ia merasakan kesejiwaan dengan seseorang. Ucapan itu muncul karena spontanitas perasaan yang meluap-luap dalam dada, tanpa merasa perlu mengkonfirmasi terlebih dahulu : apa itu Cinta?

i-luv-u

Anis Matta mengatakan, berhati-hatilah saat akan mengatakan, “Aku menCINTAimu” kepada siapa pun.

Sebab cinta adalah kata lain dari memberisebab memberi adalah pekerjaansebab pekerjaan cinta dalam siklus memperhatikan, menumbuhkan, merawat, dan melindungi itu berat..sebab pekerjaan itu harus ditunaikan dalam waktu lama..sebab pekerjaan berat dalam waktu lama hanya mungin dilakukan oleh mereka yang tangguh…”

Begitulah..

Dan saya merasa begitu tertegur dengan peringatan itu. Karena saya masih sering terlalu gegabah, terlalu tergesa-gesa untuk mengatakan dalam hati, “Aku mencintai si Fulan”. Padahal cinta itu tidak sama dengan kagum. Cinta bisa menerima sisi gelap objek yang dicintainya. Seperti orangtua pada anaknya.

Kita belum menCINTAI sesuatu sebelum kita BERKORBAN untuk sesuatu yang kita cintai. (Neoaisyah)

_Bumi Damai, 14 April 2009_

Iklan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s