HIKMAH TIDUR DI MALAM HARI

Allah S.W.T berfirman dalam QS. Al-Furqan: 47
“Dialah yang menjadikan untukmu malam sebagai pakaian dan tidur untuk istirahat, dan Dia menjadikan                                                                                                          siang untuk bangun berusaha”.

Siang hari, umumnya kita gunakan untuk banyak beraktivitas. Aktivitas yang tinggi menuntut tersedianya energi yang memadai dan konsentrasi yang baik. Untuk memenuhi kebutuhan ini, tubuh kita melalui sistem endokrin (hormon) mengatur sintesis gula sebagai sumber energi, meningkatkan denyut jantung, mengaktifkan sistem saraf pusat, dan melebarkan bronkial. Tugas yang kompleks tersebut dilakukan oleh adrenalin.
Namun, apa yang terjadi jika sekresi adrenalin tetap tinggi sepanjang hari (24 jam)? Apa dampaknya bagi tubuh kita? Kita dapat menjawab pertanyaan ini dengan memperhatikan mahasiswa yang telah lembur semalaman untuk menyelesaikan tugas kampus menjelang deadline. Di siang hari mahasiswa tersebut cenderung mudah tersinggung dan mudah marah. Bahkan pada orang yang hampir setiap malam bergadang, tubuhnya menjadi lebih rentan terhadap berbagai penyakit. Bagaimana menjelaskan hal ini?


Mahasiswa yang lembur (contoh kasus saja) menggunakan waktu yang lebih lama untuk terjaga. Artinya, pada saat lembur tubuhnya berupaya membentuk energi yang sama tingginya dengan aktivitas siang hari serta daya konsentrasi yang optimal. Konsekuensinya, tubuh harus mengaktifkan jalur sekresi adrenalin agar kebutuhan terhadap energi tetap terpenuhi. Di sisi lain, adrenalin memacu munculnya kecemasan, pengambilan nafas dan tremor jari. Inilah yang menyebabkan orang-orang yang telah lembur semalaman menjadi lebih mudah tersinggung, terpancing, dan marah.
Pada kondisi normal, efek adrenalin terhadap tubuh dinetralkan oleh melatonin di malam hari saat kita tertidur. Hal ini disebabkan sintesis melatonin terjadi dalam kondisi gelap. Apabila retina menangkap intensitas cahaya cukup tinggi, dalam kasus di atas cahaya yang berasal dari lampu saat bergadang, maka sintesis melatonin dalam kelenjar pineal akan terhambat. Jumlah melatonin yang dibutuhkan terhadap adrenalin menjadi tidak berimbang. Akibatnya, proses netralisasi efek adrenalin di dalam tubuh menjadi terhambat atau bahkan tidak terjadi. Kegagalan melatonin dalam menetralkan efek adrenalin lebih jauh lagi akan membuat sistem imun terganggu. Oleh sebab itu, pada orang yang seringkali kerja lembur tubuhnya lebih rentan terhadap berbagai penyakit.
Itulan hikmahnya kawan, mengapa Allah S.W.T menginginkan kita untuk menggunakan malam untuk tidur. Bukan semata-mata anjuran, tetapi bukti kasih sayang dari Sang Khalik yang begitu faham kebutuhan makhluk ciptaan-Nya. Sehingga Ia memberitahukan kita agar senantiasa memperhatikan kesehatan setelah berjuang mencari ridla-Nya di siang hari. Wallahu’alam 

Iklan

1 Komentar

  1. syukron ats infonya…


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s