Antara realitas dan impian

Orang bilang saya ini terlalu idealis untuk mewujudkan impian. Well, sebenarnya saya gak begitu setuju juga dengan ‘gelar’ tersebut. Gak jelas tolak ukurnya. So, ta’ tulis aja di sini. Biar ada pandangan baru dari orang lain.
Ceritanya saya memang sudah menetapkan cita-cita jangka menengah untuk menempuh studi pascasarjana.
Kalo Allah memberi rejeki, minimal Magister. Tapi rupanya, hal sederhana itu membawa tantangan tersendiri. Salah satunya tentang penelitian strata 1.
Jujur saja, mata kuliah favorit saya biologi molekuler. Entah itu pada bakteri, virus, ataupun hewan.
Saya bermimpi suatu saat nanti bisa menjadi virolog (ahli virus). Oleh karena itu, sedini mungkin sy upayakan untuk berinteraksi dengan penelitian virologi. Termasuk dengan penelitian strata 1 (skripsi). Tentu saja dg tema yg lebih pas bagi mhsw biologi,yaitu aspek molekuler.
Demi impian tsb, sejak semester 4 sy mulai hunting info-info proyek penelitian viromol. Mulai dari proyek Lemlit pemerintah sampai Lemlit internal berbagai PTN. Q berpikir ini tindakan paling logis untuk menyelenggarakan penelitian viromol.
Kenapa? Karena dananya FANTASTIS!! Pakai dana pribadi gak bakalan KUAT.
Singkat cerita, sy pun melakukan korespondensi dengan para peneliti via email dan telpon. Hasilnya?
Berkali-kali ditolak dan satu kali diterima. Ceritanya, da harapan buat penelitian d semester 8.Wedehhh.=P.
Tapi jangan salah, ujian ‘n tantangan belum berenti sampe disitu!
Setelah ada secercah harapan untuk gabung di proyek penelitian, sy dapat ujian baru (Heghhh…kagak capek apa ya itu ujian deketin aq!).
Sy diberi tahu kalau proyek tersebut (kalo jadi didanai DIKTI) baru
mulai bulan september ’10 alias awal semester 9!
Itupun KALO JADI didanai DIKTI. kalo gak?
sang peneliti akan melakukan riset di luar negri. Yang berarti TANPA SAYA!!
Bayangkan sodara-sodara. Setelah nanti nunggu mpe semester 9, kalo batal apa jadinyaaa?
—–
Sy mulai berpikir, apakah ini tantangan yang tetep musti sy perjuangkan, atokah semacam warning dari Allah untuk menghindari impian tsb??
Sedih juga kalo musti ngelepas impian ini.
Tapi, sy gak mau memaksakan diri alias ga realistis.
Mudah-mudahan aja sy tergolong manusia yg optimis dan berhati lembut. Sehingga bisa merasakan indahnya takdir yg ditetapkan oleh-Nya.
Aaaaamiin.

Iklan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s