BERDAKWAH DENGAN CARAMU

Kadang orang selalu bilang bahwa aktivis dakwah yang paling berkontribusi ialah yang memiliki Indeks prestasi tinggi, raport bagus, dan segudang prestasi akademik lainnya. Tapiii tahukah teman bahwa orang-orang yang merasa dirinya BIASA atau bahkan (maaf) merasa LIMIT BODOH pun dapat menyumbangkan hal besar bagi dakwah? Gak percaya?
Mengambil contoh kasus kecil saja: Tentang gerakan anti nyontek.

Nyontek emang bukan pilihan yang tepat untuk mendapat IP atau raport yang baik. Tapi justru kebiasaan negatif ini seolah mendarah daging di kalangan pelajar dan mahasiswa kita (Indonesia, red). Alasannya klise, KEPEPET!.
Ya elah, dimana-mana juga godaan itu datang pas kita kepepet. Ya gak? Trus gimana dunk solusi untuk memberantas adat buruk ini? Beberapa aktivis di sekolah saya dulu, pernah bersepakat untuk menggalakan gerakan anti nyontek. Terutama  pas UAN. Banyak kontroversi yang timbul. Salah satunya tentang peran para aktivis anti nyontek terhadap penyelamatan nama baik sekolah. Hehehe…udah tahu donk apa yang terjadi kalau ada satuuu saja murid yang tidak lulus? NAMA SEKOLAH dipertaruhkan!!
Dan, para aktivis pun tidak hilang akal.

Demi kesuksesan program tersebut, dibuatlah forum belajar bareng. Lebih tepatnya, bahas soal bareng. Anak-anak yang terbilang pinter ditempatkan untuk menjadi pengajar bagi siswa lain yang perlu bimbingan tambahan. Tentu saja forum ini non profit, alias GRATIS …TIS…TIS. Singkat cerita terkumpulkanlah anak-anak calon pengajar untuk Matematika Dasar, Matematika IPA, Fisika, Biologi, Kimia dan B.Inggris. Dan tahap berikutnya forum tersebut pun sudah dapat mulai beroperasi.

Ok, pada tahap ini peran AKTIVIS yang terbilang berotak encer punya peran besar.

Lalu,  mereka yang agak pelan menangkap pelajaran gimana??

Subhanallah teman-teman, pada program ini peran mereka justru menjadi sangat paling terasa, terutama ketika UAN tersebut berlangsung. Kira-kira apa yang akan dikatakan siswa-siswa umum terhadap si Aktivis Bintang kelas atas gerakan ini?
“ Ya ealah, lu bisa gag nyontek. Orang lu pinter. Gue, udah jungkir balik serebu kali juga kagak nyangkut-nyangkut    ilmunya di kepala”
Atau mungkin,
“Ahhh…kamu sih gampang bilang gag usah nyontek, kita niiihhhh ngapalin rumusnya aja susah, apalagi ngitungnya…”

Olalalaaaaaa, ternyata DAKWAH ini perlu penguatan dari semua pihak. Pada saat itu, alhamdulillah kami punya beberapa aktivis yang (subhanallah) tetep istiqomah untuk jujur meskipun saya paham bahwa beliau-beliau itu gugup luar biasa saat menghadapi soal. Tapi, keyakinan mereka atas pertolongan Allah tidak membuat mereka dikalahkan oleh modus KEPEPET. Sungguh tindakan nyata mereka telah membungkam kritikan para siswa yang masiiih saja TERPEPET mencontek.

LUAR BIASAAA…

Kisah di atas memberi pesan bahwa “KETERBATASAN kita dalam hal apapun  bisa diubah menjadi kekuatan manakala kita mau BERIKHTIAR dan YAKIN akan pertolongan Allah”. Ingat Frenz, pertolongan Allah itu dekat, lho. Dan bisa datang dari arah yang tidak disangkan-sangka.

Iklan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s