Ketika mereka JATUH CINTA

“Sudah biasa ada aktivis jatuh cinta, dan sudah biasa pula cinta mereka tak menemukan jawabnya”, begitu ungkap seseorang suatu ketika. Cukup membuat saya tertegun. Tapi tampaknya itu REAL!! Tak ada yang bisa saya katakan selain mengakui bahwa hal itu kerap terjadi di lapangan.
—-
Seseorang ikhwan menyimpan harap pada akhwat teman seorganisasinya. Berharap sebentar kemudian bisa segera menemui orangtua si akhwat dan menjadikannya sahabat seperjuangan. Tapi kehendak Allah ‘memaksanya’ untuk berlapang dada, mempersilakan ikhwan lain teman liqonya untuk meminang sosok pilihan hatinya tersebut.
—-
Seorang akhwat tergugu di tempat duduknya. Bergeming menanggapi ‘itikad’ baik yang disampaikan seorang lelaki sholeh berakhlak baik yang datang menemui walinya. Lama sekali ia menunggu hal itu terjadi padanya. Bukan dari lelaki yang datang hari itu, tetapi dari sosok lain yang telah ia harapkan bertahun-tahun sebelumnya. Kini ia harus memilih, memenangkan ambisi pribadi atau pilihan Allah, Tuhannya.
CERDAS ia putuskan: pilihan Allah harus ia menangkan.
—-

Itu kisah nyata di sekitar kita. Saat ini mungkin kita hanya menjadi pengamat di luar cerita. Tapi bisa jadi suatu ketika kita sendiri yang menjadi pelaku dalam cerita tersebut. Jika kita terpilih untuk mendapatkan episode hidup demikkian, seperti apakah sikap kita? Masihkah kelak, khusnudzan tersisa di hati kita atas pilihan yang Ia berikan?

Semoga saja, Allah berkenan memampukan kita untuk menyimpan rasa itu sendiri. Menjaganya hingga setan pun tak pernah tau adanya. Biarlah Allah mempersiapkan kisah terbaik untuk kita. Seindah kisah Fatimah (Azzahra) dan Ali (Bin Abi Thalib).

—-

di persinggahan, saat membutuhkan kisah-kisah yang menguatkan hati

Iklan

3 Komentar

  1. ijin mengamankan pertamaxxx

    berkunjung n ditunggu ajah kunjungan baliknya makasih

  2. subhanalloh,,
    sepertnya artikel ini memang kenyataan yg sering terjadi di lapangan,
    dan memang pada akhirnya manusia harus memenangkan pilihan Allah,
    memang tak mudah untuk “ikhlas” tapi yg mesti kita yakini ideal di mata manusia belum tentu ideal di mata Allah..
    jazakillah, sepertinya Allah memperlihatkan artikel ini di saat sy memang membutuhkannya
    🙂

  3. @ Greeyanzzahra

    Hmm…syukurlah kalo bermanfaat. doakan aja mudah2an penulisnya bisa istiqomah di jalan Allah.


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s