Wabah SMS Berantai SUPER BASI!!

Beberapa hari yang lalu saya  mendapat sms berantai dari seorang sahabat. Lengkapnya seperti ini,

“artis LUNA MAYA bagi2 pulsa, sbg tanda maaf’y kepada smua rakyat INDONESIA karena video panas’y bersama Ariel Peterpan. Beliau bekerja sama dengan smua OPERATOR. sebarkn sms ini ke 16 org, maka pulsa anda akan terisi 50rb. SERIUS aku udah kirimke 16 org. Lalu aku cek pulsa, lgsug terisi 50rb. BUKTIKAN!!”

Anda pernah mendapat sms serupa dengan yang saya tulis di atas? Misalkan, sms yang mengabarkan wasiat seorang penjaga makam Rasulullah Saw. Dalam sms tsb dikatakan bahwa dunia akan segera berakhir, kiamat sudah dekat, dsb. Dan terakhir, si penerima sms ‘dianjurkan’ untuk mem-forward sms tersebut ke minimal 10 orang lainnya JIKA tak ingin celaka. Konten wasiatnya sih gak salah. Lagian di hadist juga Rasulullas Saw sudah sampaikan bahwa dunia yang kita tinggali bagai lansia yang sudah bungkuk. Jadi, kenapa kita harus takut terkena kutukan atau tertimpa bencana cuman karena gak mau mem-forward sms?

Sadarkah kawan, bencana sebenarnya adalah jsutru ketika kita menuruti perintah di sms tersebut. Tak percaya?

Coba pikirkan:

  1. Memangnya mungkin bagi sebuah operator seluler memastikan apakah seseorang sudah mengirimkan sms tertentu ke 10 atau 16 orang lainnya?

untuk sms pertama:

  1. Yakin nih, teman kita bener-bener udah dapat pulsa gratis CUMAN gara-gara mem-forward sms?
  2. Pikirkan kawan, jika kau mem-forward sms tersebut ke banyak teman (16 orang) dan ternyata sms itu adalah PENIPUAN, berapa rupiah pulsa teman kita terbuang untuk  mem-forward-kan kembali sms dari kita. Hitung aja: 16 orang x 16 sms x Rp xxx (per sms) = Rp ?????

Iya jika mereka ikhlas. No problemo. Jika mangkel dan bahkan berbuah kutukan gimana??? Yang ada kita jadi menuai MLD alias Multi Level Dosa (hehehe bukan multi level marketing). Hiyyy…amit-amit deh.

untuk sms kedua:

  1. Bencana sebenarnya adalah saat kita justru TAKUT dengan ancaman sebuah sms yang bahkan tak terjamin benar-tidaknya. Kita sampai rela menghamburkan pulsa demi tidak terkena kutukan atau bencana berantai. Sadarkah kawan, ini bisa jadi tanda kelemahan iman.
  2. Jika kita berperan menyebarkan sms tersebut, artinya kita juga  berperan dalam menyebarkan rasa takut dan ancaman pada orang lain. Nah, yang ini udah ketahuan dong apaan? DZALIM. Dosa juga tuh.

Jika dihitung-hitung, banyak banget ya potensi dosa plus permusuhan yang bisa kita terima gara-gara TIDAK BERPIKIR.

Well, teman, kita ini hidup di zaman yang sudah mengenal teknologi canggih. Internet sudah terkoneksi ke mana-mana. Masa sih kita masih mau aja tertipu dengan hal-hal murahan seperti itu?? Maaf ya, mungkin kalimat saya kasar. Tapi percayalah, saya hanya inginkan kebaikan buat teman-tean semua. Ok, stay cool and be well educated..^^V Bye.

MEMBUAT HAL SEDERHANA MENJADI BEGITU BERHARGA

Sudah bukan rahasia bahwa kelebihan orang yang cerdik cendikia ialah kemampuan mereka untuk mengubah sesuatu yang rumit menjadi sederhana. Hal-hal yang semula tidak pernah terpikirkan oleh orang lain menjadi ide segar yang diubah menjadi karya besar. Umumnya mereka lahir dari kondisi yang sulit dimana fasilitas dan dukungan orang-orang sekitar tak begitu besar. Tapi mereka punya impian dan kegigihan untuk mewujudkan impian tersebut.

Seorang mahasiswa ‘hanya’ meneliti siklus hidup larva pembusuk jaringan hewan, dengan dana minimal, fasilitas yang serba kekurangan, tapi dari situlah ia berhasil mengungkap kisaran waktu kematian jasad yang telah terkubur dalam tanah.

Seorang mahasiswa lainnya ‘iseng’ menanam bibit-bibit rumput dalam media berbalutkan kain nilon, maka jadilah ia tanaman hias dengan bentuk-bentuk yang unik, yang tak pernah terbayangkan sebelumnya!

Seorang fisikawan sedang berendam dalam bak mandinya yang kecil ketika ia menemukan jawaban atas pertanyaan di kepalanya. Tumpah ruah air itu menjelaskan korelasi massa dan volume. Archimedes!!

Dan kini tentang (kisah) kita.

Bagaimanakah MENANGKAP FENOMENA SEDERHANA di sekitar kita untuk dijadikan SOLUSI atas PERMASALAHAN yang ada?

Well, please share your inspiring momment, idea, advice, suggestion, or anythings else here..

-Salam sukses bersama!!!

^o^

(Neoaisyah a. ka. Tegariana Puteri Q)

Annual Tax for Wearing Veil: EUR 1000 in Netherland

Disadur dari Eramuslim (19/09/2009) dg judul asli: Belanda Berlakukan Pajak Kerudung EUR 1000
Geert Wilders, ketua fraksi Partij voor de Vrijheid/PVV bikin ulah. Dalam debat pemandangan umum yang membahas RAPBN 2010 kerajaan belanda pada rabu (16/09/09) ia menyampaikan gagasannya agar pemerintah Belanda memberlakukan pajak kerudung sebesar EUR 1000 per tahun per kepala, yang setara dengan Rp. 14,3 jt. Pajak yang dinamai kopvoddertax itu wajib dipungut! Alasannya, kerudung bukan kebudayaan Belanda, merusak pemandangan, dan dinilai sbg simbol penindasan.
Tapi beruntunglah dalam debat tsb bermunculan tanggapan yang cerdas+kritis dari perwakilan dua fraksi lainx, yakni fraksi demokrat dan fraksi partai sosialis.
Alexander Pechthold, ketua fraksi demokrat mula-mula menganggap itu sbg kelakar belaka. Kalau memang serius, Wilders dipersilakan untuk walkout dari ruang sidang, seperti kebiasaannya selama ini.
Agnes Kant, ketua fraksi partai sosialis berbalik mengusulkan agar diberlakukan pajak waterstofperoxide (H2O2). Waterstofperoxide digunakan Wilders untuk membuat warna rambutnya menjadi blonde alias pirang.
=maklum sodara-sodara, Wilders sebenarnya yahudi dari garis ibu, asal jawa timur semasa kolonial Belanda yang rambut aslinya berwarna hitam= (sumber: detikcom).
Tidak hanya itu, Kant juga secara kritis menanyakan perihal keppeltje (kopiah penganut Yahudi), apakah perlu dipungut pajak juga?
Wilders terhenyak, lalu menjawab keppeltje tidak termasuk.
Kant mencecar lagi dengan pertanyaan lain, ‘bagaimana dengan para penganut Kristen dan Katolik di kota-kota kecil dan desa yang masih banyak mengenakan kerudung?’
-Dan…tahukah jawaban Wilders?-
“Pajak tsb hanya berlaku KHUSUS BAGI PENGANUT ISLAM”. Perdebatan makin seru. Famke Halsema dari Green Links juga mempertanyakan cara menjalankan kebijakan tsb. Pasalnya, jika diterapkan, UU tsb hanya akan berlaku bagi sebagian warga negara saja (baca: muslimah) , sementara yang lain tidak.
=Lha iya, moso’ polisi musti interogasi si pemakai kerudung satu-satu cuman buat memastikan Islam, Kristen, apa Katholik!=
Selanjutnya Halsema juga menegaskan bahwa gagasan Wilders tsb merupakan bentuk anti kebebasan, dan tak sesuai dengan nama partainya. Gagasan seperti itu adalah PENINDASAN dan PEMAKSAAN terhadap warga negara dalam menggunakan haknya.
Atas tanggapan-tanggapan tsb, Wilders tak memberikan jawaban konkrit, kecuali mengatakan bahwa kebijakan itu akan memberikan efek jera.

Secangkir kopi untuk diskusi

<!– @page { size: 21cm 29.7cm; margin: 2cm } P { margin-bottom: 0.21cm } –>


Isue kali ini: where the (indonesian) moslem goes??

-Islam kan rahmatan lil ‘alamin, tapi kok keberadaan muslim yang cukup besar di Indonesia ga bikin negeri ini jadi bangkit?

Pernahkah kalian lihat ..

Di tengah hingar bingar kota, saat seorang nyonya berlenggang dengan tentengan kantong besar-besar, anak-anak kecil berbaju lusuh berlari mendekat dengan telapak tangan mekar.

Saat mereka membutuhkan uluran tangan, dan kita hidup dalam lilitan kemiskinan, kemana pertolongan itu harus dicari?

Pernahkah kalian lihat ..

Di tepi jalan, seorang muslim lengkap dengan kopiah di kepala dan lantunan sholawat dari pengeras suara, mengasong-asongkan jaring ikan pada kendaran yang lalu lalang.

Demi mesjid yang bermenara, harkat dan martabat sebagai muslim tergadaikan. Kemanakah zakat dari mereka yang kaya?

Pernahkah kalian lihat ..

sebuah desa dimana anak-anak senang menuntut ilmu, belajar didalam gedung yang beratapkan langit dan berlantai tanah. Gedung tua renta yang menjadi pabrik cendekiawan, berdiri dengan tertatih tatih. Hanya buku-buku kusam dan seragam kumal yang mempetahankan nyala lilin dalam dada mereka. Ketika generasi kita dahaga akan ilmu dan kita tak lagi peduli dengan potensi mereka, kemakah telaga pendidikan itu harus dicari?

Maka…jangan salahkan jika mereka meminta-minta. Jangan mencibir jika melihat mereka. Jangan marah jika nantinya mereka tak mau berbuat untuk sesama….

Jika kita sering meneriakan islam rahmatan lil ‘alamin….pantaslah jika terlempar sebuah tanya,

“kemanakah perginya muslim (indonesia)?”

“kemanakah generasi penebar rahmat bagi seluruh alam?”