Lika-liku Tugas Akhir Q (My Research Diary, Part. 1)

Ada yang ingin kubagi tentang Tugas Akhir (TA) Q. Setelah lebih dari 6 bulan berkutat dg penelitian, di periode 6 bulan yang ke dua aq mulai menyadari satu hal: bahwa perjalanan TA Q cukup rumit. Bukan semata metodologinya yang agak tak biasa. Tapi juga kejadian-kejadian luar biasa yang menjadi bumbu dari alur cerita yg aq jalani. Kalau aq urai, rupanya dahsyat juga TA Q ini. Bertabur ‘bencana’ dan anugrah.

1. Dua bulan setelah berkutat dengan Genome Shufling, penelitian Q divonis ‘tak layak’ jalan. Yang berarti, aq harus mcari topik penelitian baru. Sambil penyusunan proposal baru, aq berlatih teknik molekuler

2. Setengah bulan kemudian, dalam masa-masa transisi ke topik baru, ‘musibah’ yang baru menimpaku. Aq ‘menghilangkan’ komponen alat Lab yang harga satu set nya mencapai 200.000 yen! 3 bulan lamanya pekerjaan di Lab tertunda krn hilangnya komponen kecil itu. Untunglah, berkat pertolongan banyak orang, aq bs membeli spare part-nya dengan harga yang jauh lebih ‘murah’ (4rb yen).

3. Miss com konsep penelitian. Gara-gara kurang paham dengan arah penelitian di topik yg baru, aq hampir saja tidak mdapat ijin penelitian dari pihak komisi TA d kampus. Sementara kmunikasi dengan pembimbing penelitian di Lab (dipanggl sensei) terhitung sulit. Selama 3 bulan ditinggal sensei ke Jepang. Entahlah…saat itu rasanya gak tentu arah. Untunglah dosen pembimbing+ dosen penguji di kampus bersikap kooperatif. Akhirnya, topik tersebut disetujui juga (setelah seminar ulang).

4. Tepat ketika mengurusi seminar proposal dan urusan administratif kampus, aq mgalami kecelakaan lalulintas. Walhasil, semprop tertunda hingga 3 minggu. Tapi, dari musibah ini aq jadi tau, banyak teman yg peduli+sayang padaku. Subhanallah…terharu kalo ingat itu. hehe

5. Hingga minggu ini, bakteri Q masih juga belum optimal pertumbuhannya. Padahal pertumbuhan sel menjadi kunci bisa tidaknya langkah utama penelitian dikerjakan. Hufth…sejujurnya, aq masih ingin mencoba dan juga msh menyimpan harapan bisa mendapat hasil yang baik dalam waktu dekat. Tapi, bahkan sensei sekalipun (orang yang sangat berpengalaman soal bakteri dan Q kenal paling tangguh), angkat tangan soal bakteri Q! Tempo hari, beliau mengucapkan sebuah kalimat deduksi yang menjadi ‘penentu’ ujung perjalananku selama lebih dari 6 bulan ini, “kalo bakterimu tetep gak mau tumbuh juga, berarti kamu harus Ganti T*P*k (lagi)”.

…dan seketika kehidupan di sekitarku terasa berhenti sejenak. (Dalam hari hari penuh doa. Semoga Allah bukakan jalan keluar terbaik untuk Q. Amiin)

Iklan